Logo

JAM BUKA

Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00
Sabtu, 08.00 - 14.00

TELEPON

(0721) 259212 / 260750

Oleh: kopditmekarsai di Kegiatan 38 views

Kegiatan
Taman Betung, 7 Juni 2026 – KSP Kopdit Mekar Sai menegaskan kembali pentingnya peran koordinator unit sebagai ujung tombak gerakan koperasi melalui Pertemuan Koordinator Unit yang berlangsung di Taman Betung, Minggu (7/6). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi untuk membangun kembali semangat pelayanan dan pengembangan anggota di tengah tantangan menurunnya pertumbuhan keanggotaan di sejumlah unit.

Dalam sambutannya,Ketua Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai yang diwakili Matias Sira Leter, mengingatkan bahwa koperasi tidak dapat bertumbuh hanya dengan mengandalkan sistem dan tata kelola yang baik. Kekuatan utama koperasi tetap terletak pada anggota dan kader-kader penggeraknya di tingkat unit.

Menurutnya, tren jumlah anggota yang cenderung stagnan, bahkan mengalami penurunan di beberapa unit, harus dibaca sebagai sinyal yang memerlukan perhatian serius. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka bukan hanya target pertumbuhan yang terhambat, tetapi juga proses kaderisasi anggota yang menjadi fondasi keberlanjutan koperasi dalam jangka panjang.

Koordinator unit bukan sekadar perpanjangan tangan organisasi. Mereka adalah wajah koperasi di tengah anggota, penggerak partisipasi, sekaligus penjaga semangat berkoperasi di komunitas masing-masing” ungkap Matias.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pengalaman lapangan, serta menawarkan berbagai gagasan untuk memperkuat peran unit dalam pelayanan dan pengembangan anggota.

Salah satu diskusi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Yustina, Koordinator Unit Yustina. Ia mempertanyakan mekanisme perlakuan terhadap anggota yang telah lama tidak aktif, apakah dapat langsung diaktifkan kembali atau harus melalui proses pengunduran diri dan pendaftaran ulang sebagai anggota baru.

Pertanyaan tersebut mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi unit-unit dalam menjaga keterlibatan anggota. Pengurus dan manajemen memberikan penjelasan secara komprehensif terhadap pertanyaan tersebut maupun berbagai isu lain yang muncul selama forum berlangsung. Dialog yang terbuka dan konstruktif ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para koordinator terhadap kebijakan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Menutup kegiatan, Ketua Pengawas KSP Kopdit Mekar Sai, Ch. Dwi Yuli Nugrahani, memaparkan sejumlah hasil pengawasan serta kondisi terkini koperasi. Ia menegaskan bahwa masa depan Kopdit Mekar Sai tidak ditentukan oleh pengurus, pengawas, atau manajemen semata, melainkan oleh tingkat kepedulian dan keterlibatan seluruh anggotanya.

Menurutnya, koperasi adalah organisasi yang bertumpu pada partisipasi. Karena itu, setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlanjutan lembaga yang telah dibangun bersama. Dalam konteks tersebut, koordinator unit memegang peranan strategis sebagai penghubung antara nilai-nilai koperasi dengan praktik nyata di tingkat anggota.

Pertemuan Koordinator Unit di Taman Betung menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali kesadaran kolektif bahwa pertumbuhan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset atau volume usaha, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan anggota-anggota yang aktif, loyal, dan memiliki rasa memiliki terhadap organisasi.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam pertemuan ini, KSP Kopdit Mekar Sai optimistis para koordinator unit akan kembali tampil sebagai motor penggerak yang mampu menghidupkan partisipasi anggota, memperkuat kaderisasi, dan memastikan koperasi tetap tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan relevan bagi generasi mendatang.

Koperasi yang kuat lahir dari anggota yang terlibat, dan anggota yang terlibat lahir dari unit yang hidup.” Kalimat tersebut menjadi benang merah yang mewarnai seluruh rangkaian pertemuan dan menjadi harapan bersama bagi masa depan Kopdit Mekar Sai.

Penulis : Priska Tampubolon
Disunting oleh : Tim IT Mekarsai